Puluhan Tahun Masyarakat Menjerit Angkut Hasil Kebun Berjalan Kaki, Berharap Bantuan Pemerintah Dengan Pembangunan Jalan
MetroXnews.com- Nias Utara —
Jalan alternatif penghubung kecamatan Afulu dengan kecamatan lahewa timur kabupaten Nias Utara, masyarakat sekitar minta perhatian pemerintah daerah provinsi dan pusat untuk memberikan perhatian di jalan tersebut, Rabu (08/04/2026)
Hal ini di sampaikan beberapa tokoh dan masyarakat yang berada di jalan tersebut
“Jalan alternatif ini sejak kemerdekaan Indonesia belum pernah tersentuh pembangunan hingga sampai saat ini, masih jalan setapak tepat nya di dusun 4 Desa sisobahili kecamatan Afulu kabupaten Nias Utara menuju Desa Tugala lauru kecamatan lahewa timur kabupaten Nias Utara belum bisa di lalui oleh kendaraan baik kendaraan roda dua dan roda empat sehingga kami masyarakat menjual hasil bumi baik itu getah karet, pinang, dan hasil sawah harus di angkut dengan tenaga kami sendiri, harapan kami agar pemerintah dapat memberikan bantuan berupa perbaikan jalan ini agar bisa di lalui kendaraan” Ucap Aluizaro Zalukhu saat ketemu di jalan sambil membawa getah karet dengan berjalan kaki ”
Senada dengan itu masyarakat di sepanjang jalan setapak itu meminta kepada pemerintah agar jalan tersebut dapat terbangun dengan penuh tetasan air mata saat awak media ini datang melihat secara langsung.
Setelah awak media ini bercerita tentang kehidupan sehari-hari masyarakat di sepanjang jalan yang belum pernah terbangun itu, sekitar Kurang lebih 20 Km, dengan berjalan kaki, mereka menceritakan bahwa disana cukup banyak hasil bumi yang sesungguhnya menjadi penyambung hidup sehari-hari, namun karena keterbatasan jalan yang cukup parah dan hanya bisa berjalan kaki untuk mengangkut hasil kebun, sehingga kehidupan adanya saja, besar harapan masyarakat di sekitar lintasan jalan tersebut bisa terbangun oleh perhatian pemerintah.
Setelah awak media melintas dan memperhatikan sekitar sepanjang jalan tersebut cukup luas laha/hutan belantara yang masih kosong untuk di olah sebagai lahan perkebunan pertanian “Wira Zalukhu”











